Innalillah, Muadzin Yang Dianiaya Karena Kumandangkan Adzan Subuh Akhirnya Meninggal Dunia

loading...
loading...

Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'uun...Telah Syahid DARWIN NST, di RSUD Rantau Prapat. Korban penganiayaan di Rantau Prapat, Sumatera Utara. Beliau dianiaya karena mengumandangkan azan di salah satu masjid, lantaran suara azan dianggap mengganggu tidur.

Sebelumnya Seorang netizen ibu-ibu dengan nama Ida Langsa, Jumat (18/12) kemarin memposting foto yang sangat mengerikan dimana terlihat seorang pemuda dengan muka babak belur penuh darah dan leher tergorok.

"Ini kejadian di rantau prapat subuh tadi, beliau mengumandang kan azan, ada org merasa terganggu tidur nya, hingga beliau d aniaya begini. Ya allah lindungilah kami ummat muslim sedunia amiiiin." Tulis Ida Langsa

Namun Setelah Mendapatkan Perawatan Intensif Nyawa Korban Tidak Bisa Di Tolong. Karena Mengalami Luka Yang Cukup Parah.

Mari aminkan Doa ini ikhwan

Ya Allah gantikanlah kesakitan nya sebelum menghadap-Mu menjadi kenikmatan di syurga-Mu

Dia di bunuh karena meninggikan Asma-Mu dan asma rosul-Mu
Dia di bunuh hanya karena dia meyeru hamba hamba-Mu untuk bersimpuh sujud kepadaMu Aamiin

Moga amal dan dan kabjikannya di terima oleh Allah Ta'ala dan moga si pelaku dapat hukuman yang berat dunia dan akhirat.