Gambar Anak Kecil Aleppo Viral Di Dunia Mempengaruhi Peperangan Di Aleppo, Rusia Siap Gencatan Senjata

Mempengaruhi Peperangan Di Aleppo

Aktivis oposisi Suriah merilis sebuah rekaman ‘mengerikan’, dari seorang anak kecil yang diselamatkan dari puing-puing bangunan pasca serangan udara yang menghancurkan di Aleppo.

Anak itu terlihat lelah dan tertegun, duduk di kursi oranye dalam ambulans dengan tubuh penuh debu. Dari kepalanya, mengalir darah sehingga menutup sebagian wajahnya. Gambar dan rekaman yang menunjukkan kondisi anak kecil tersebut pun menjadi viral di media sosial.

Dokter di Aleppo, Kamis (18/08), menjelaskan anak itu bernama Omran yang baru berusia lima tahun. Osama Abu al-Ezz menegaskan ia dibawa ke rumah sakit yang dikenal sebagai “M10” pada Rabu malam, menyusul serangan udara di distrik Qaterji.

Nama rumah sakit sengaja disamarkan dengan kode untuk menghindari serangan dari Rezim Suriah. “Kita khawatir pasukan keamanan akan menyusup ke jaringan dan sasaran medis yang sedang mengangkut pasien dari satu rumah sakit ke yang lain,” kata al-Izz.

Aktivis oposisi mengatakan jumlah korban terbunuh di distrik Qaterji itu berjumlah delapan orang, lima darinya adalah anak-anak (sumber: Kiblat.com)

Setelah diselamatkan, Omran tidak mengatakan apa-apa kecuali meminta orang tuanya datang. ”Mereka tiba tak lama setelah itu, dalam gelombang kedua (yang dievakuasi),” kata, Abu Rajab, salah satu anggota tim penyelamat, seperti dikutip AP, Jumat (19/8/2016).”Setelah Omran melihat mereka, dia mulai menangis.”

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan Rusia akan kembali mengerahkan konvoi bantuan bagian kedua ke wilayah yang dikuasai pemberontak Suriah.

Perihal tawaran gencatan senjata, Konashenkov mengatakan tanggal gencatan senjata di Aleppo dapat ditentukan dalam koordinasi dengan PBB.

 "Jangan menganggap remeh perang opini, selain perang fisik, perang pemikiran maka bagian lain yang mempengaruhi peperangan ini adalah 
perang opini."