Astagfirullah! Pria Ini Menginjak-injak Perut Kekasihnya Sampai Janin di Rahim Gugur


Ulah nekat dilakukan Wujud Sugiarto, 20, bersama pacarnya, Andini Kurniawati.  Kedua Anak Baru Gede (ABG) asal  Patuk, Sidomulyo, Kecamatan Krian sepakat menggugurkan kandungannya dengan cara diinjak.

Pasalnya, berbagai cara menggugurkan kandungan mulai jamu hingga obat-obatan tak bisa 'menghabisi' nyawa calon bayi yang berusia 7 bulan itu.

Dari kesepakatan yang diambil ini, Wujud Sugiarto justru meringkuk di tahanan Polsek Krian.

Sedangkan calon bayi hasil huhungan gelap yang selama ini dijalin dengan Andini meninggal dunia dengan kondisi lebam di kepala dan perut.

Sementara, Andini yang mengalami pendarahan hingga melahirkan masih dirawat di sebuah Rumah Sakit di Krian.

Informasi yang diperoleh, kedua pasangan ini sudah menjalin hubungan asmara selama 5 tahun dan bingung lantaran akibat hubungannya yang terlalu jauh membuat Andini hamil.

Lima Kali Injakan

Tersangka Wujud Sugiarto saat digiring petugas Polsek Krian setelah menginjak-injak kandungan pacarnya, Andini Kurniawati, Minggu (26/1).
Meski dalam kondisi perut membuncit, kedua insan ini tak direstui orang tua Andini dengan dalih Wujud masih belum bekerja.

Di tengah kebingungan itu, baik Andini dan Wujud berusaha menggugurkan kandungan sejak usia kehamilan 3 bulan.

Mulai ramuan tradisional hingga obat-obatan dan minuman berkarbonasi sudah dicobanya.

Tetapi orok bayi yang ada di kandungan Andini tetap bertahan hingga akhirnya diinjak Wujud.

Kesepakatan menggugurkan kandungan itu dilakukan di rumah Andini saat kedua orang tuanya tidak ada di rumah dan dilakukan di kamar korban.

Sesuai pengakuan Wujud yang kini ditahan penyidik Polsek Krian dilakukan sekitar 5 kali dengan posisi korban telentang di ranjang.


Sepakat Diinjak 

Tersangka Wujud Sugiarto saat digiring petugas Polsek Krian setelah menginjak-injak kandungan pacarnya, Andini Kurniawati, Minggu (26/1).
Setelah diinjak  tersangka sekitar pukul 19.00 WIN, korban merasakan perutnya sakit tapi masih belum terjadi pendarahan.

Begitu tersangka pulang ke rumahnya yang tak jauh dari rumah pacarnya, korban mengalami pendarahan hebat.

Orang tua korban yang saat itu baru datang ke rumah langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.

Karena korban mengerang kesakitan disertai pendarahan hingga bayi tersebut lahir prematur.

Sebelum peristiwa ini terjadi, sejak Kamis (23/1) kemarin, Andini dan Wujud sudah eker-ekeran karena calon bayi tetap bertengger.

"Dari situ akhirnya saya bersama Andini sepakat untuk menggugurkan kandingan dengan cara perut dinjak ini," tutur Wujud yang tengah diperiksa penyidik, Minggu (26/1).


Menurut Wujud, ulah yang dilakukan itu untuk menuruti keinginan orang tua korban yang tidak menginginkan kehadiran bayi yang tengah dikandung putrinya itu.

Tersangka Wujud Sugiarto saat digiring petugas Polsek Krian setelah menginjak-injak kandungan pacarnya, Andini Kurniawati, Minggu (26/1).
"Saya bertanggung jawab walau harus hidup di balik terali jeruji besi dan sekarang ini saya hanya pasrah," tuturnya.

Kapolsek Krian, Kompol H Khoirul Anam, menjelaskan tersangka menginjak perut korban berulang-ulang.

"Perut korban yang sedang mengandung 7 bulan itu diinjak berkali-kali hingga korban mengalami pendarahan parah dan bayinya lahir dengan kodisi meninggal dan mengalami luka di kepala dan perut," ungkap Khoirul.

Dalam perkara ini, tidak hanya tersangka Wujud saja yang akan dijadikan tersangka, Andini yang tengah dirawat di RS itu juga akan terkena imbasnya. Karena kesepakatan menggugurkan kandungan dilakukan berdua.

Harian SURYA/ Anas Miftahudin