Ruang Kelas Tak Layak, Siswa SD Jambi Belajar di Pos Kamling


Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi, terpaksa belajar di pos kamling. Sebab, ruang kelas di sekolah mereka sudah tidak layak pakai.

Kepala SD Integral, Gina Fernandez, mengatakan, sebagian besar siswa tidak bisa belajar dengan nyaman. Ruang kelas yang ada tidak bisa direnovasi lantaran tidak ada biaya.

" Ruang kelas ada, tapi tidak layak pakai. Terpaksa siswa nyebar belajarnya, di pos kamling atau di rumah warga, yang penting mereka belajar," kata Gina.

Hingga saat ini, belum ada perhatian dari pemerintah. Tak ada tanda-tanda sekolah itu akan diperbaiki. Padahal, kata Gina, permohonan dana perbaikan sudah beberapa kali diajukan ke dinas pendidikan setempat.

" Tidak ada perhatian dari pemerintah untuk perbaikan kelas," ucap dia. " Sekolah ini dari tahun 2002, tapi sampai sekarang belum mendapat perhatan dari pemerintah," tambah Gina.

Sudah diatur dalam undang-undang, duit pemerintah harus 20 persen mengucur ke sektor pendidikan dan telah terjadi. Sayangnya, pemerintah yang menaungi pendidikan di Jambi tidak berkonsentrasi terhadap pembenahan ruang kelas puluhan siswa SD di Desa Bukit Baling, Sekernan, Muarojambi.

Tidak diakomodir pemerintah dan diabaikan, karena terpencil dan harus belajar di pos kamling selama 14 tahun. Memang miris potret pendidikan masa kini, di tengah serbuan globalisasi.

Menurut pengakuan Kepala Sekolah Dasar Integral dari ratusan siswa di sekolahnya sebagian besar tidak bisa belajar dengan nyaman. Karena kondisi ruang kelas yang tidak normal dan jauh dari kata layak.

Siswa pun terpaksa harus belajar di pos kamling dan rumah-rumah warga selama belasan tahun. Ini diakibatkan minimnya ruangan kelas. Tidak seimbang antara siswa yang sekolah dengan ruang kelas.

"Ruang kelas ada, tapi tidak layak pakai, terpaksa siswa nyebar belajarnya, di pos kamling atau di rumah warga. Yang penting mereka belajar," ucapnya.

Menurutnya, hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah untuk pembanguna ruang kelas, padahal pihaknya telah beberapa kali mengajukan ke dinas terkait untuk perbaikan kelas yang tidak layak pakai.

"Tidak ada perhatian dari pemerintah untuk perbaikan kelas," keluhnya.

Dikatakannya, sekolah Dasar Swasta Integral tersebut telah berdiri dari tahun 2002 silam. Namun hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Muarojambi.

"Sekolah ini dari tahun 2002, tapi sampai sekarang belum mendapat perhatian dari pemerintah," kesalnya.

Dari pantauan di lokasi, terlihat siswa yang belajar di pos kamling hanya beralaskan tikar karpet dangan peralatan seadanya. Meski demikian para siswa tetap semangat untuk belajar.

Sumber: http://www.kilasjambi.com/index.php/seputar-jambi/item/2243-potret-miris-sekolah-di-muarojambi-puluhan-anak-sd-terpaksa-belajar-di-pos-kamling