Seorang Ibu Letakkan Mayat Anaknya di Depan Rumah Sakit Karena Tak Mampu Bayar Ambulans, Pemerintah Kaget!

loading...
loading...

Sungguh tragis. Seorang ibu tertangkap kamera sedang menunggui anaknya yang meninggal dengan meletakannya di trotoar depan sebuah rumah sakit, di Meerut, Uttar Pradesh, India.

Diketahui, ibu itu ternyata sedang mengemis memohon bantuan orang yang kebetulan lewat di kawasan itu untuk membawa anaknya yang sudah meninggal kembali ke desanya yang jauhnya sekitar 30 mil dari rumah sakit  tersebut.

Dikutip Express.co.uk, (5/9), ibu yang bernama Irfana itu diminta pihak rumah sakit untuk membawa pulang putrinya, Gulnad (2) yang dinyatakan meninggal setelah beberapa jam berada di rumah sakit itu.

Menurut Irfana, putrinya itu menderita sakit demam selama satu bulan. Tapi saat dibawa ke rumah sakit itu, pihak rumah sakit pemerintah itu  menyebutkan untuk biaya pengobatannya diperlukan antara 5.000 dan 10.000 rupee atau sekitar 56 dan 113 Pounsterling.

Gadis, yang membutuhkan transfusi darah itu akhirnya meninggal setelah orangtuanya, yang berpenghasilan kurang dari 150 rupee - sekitar 1,60 Pounsterling per hari itu menyatakan tidak mampu membayar pengobatan.

Irfana mengatakan: "Para dokter meminta saya untuk membawa anak saya pergi dengan kendaraan sendiri. (Saat itu) Aku (langsung) bersimpuh di kaki mereka (petugas medis) dan mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak memiliki kendaraan."

"Sewa Ambulans biayanya 2.500 rupee - Sementara saya hanya punya sekitar 900 rupee."

Akhirnya sang ibu pun terpaksa duduk di pinggir jalan depan rumah sakit dan meletakan anaknya yang sudah meninggal untuk minta bantuan dari orang yang lewat. Hampir satu malam ibu itu duduk di luar rumah sakit sambil menunggui anaknya yang sudah tidur untuk selamanya.

Kemudian ada orang asing yang bersedia membantu menyewakan mobil untuk ibu dan anak itu pulang ke desanya.

Ibu yang putus asa itu mengatakan: "Saya harus mengemis dan jatuh di kaki orang hanya untuk membawa anak saya yang meninggal ke rumah. Bersyukur sekarang saya sudah bisa pulang dan saya harap tidak ada lagi yang menderita nasib seperti saya."

Menurut NDTV, orang asing yang membantu menyewakan ambulans yang dikelola negara itu sebelumnya saat mencoba menyewa melalui telepon sempat mendapat informasi bahwa layanan ambulans itu hanya untuk mengantar orang yang masih hidup.

Kini para pejabat di Uttar Pradesh sedang menyelidiki kejadian itu.

Sebelumnya juga dikabarkan ada seorang anak berusia 12 tahun diduga meninggal dipanggul ayahnya setelah ditolak bantuan medis, juga di Uttar Pradesh.

Sementara di tempat lain, tapi masih di India, sebelumnya diberitakan seorang pria berjalan sambil memikul mayat istrinya setelah ditolak fasilitas mobil jenazah di Odisha.

Kejadian seperti ini jelas telah membuat banyak orang yang merasa prihatin dan berharap semoga pemerintahan setempat di negara itu bisa segera melakukan perbaikan pelayanannya kepada masyarakat.