Cerita Lengkap Jawara Bekasi Tantang duel Jenderal GMBI : "Ngapain ngeladenin yang cere (kecil), saya mau ngeladenin jenderalnya (GMBI),"

Cerita lengkap jawara Bekasi tantang duel jenderal GMBI : Ngapain ngeladenin yang cere (kecil), saya mau ngeladenin jenderalnya (GMBI),""Ngapain ngeladenin yang cere (kecil), saya mau ngeladenin jenderalnya (GMBI)," tegas jawara Bekasi, Damin Sada.

Emosi Damin terpancing pasca-bentrokan massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dengan anggota Front Pembela Islam (FPI). Keributan terjadi saat Imam FPI Habi Rizieq Syihab tengah menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Pria asal Gabus, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, itu tak terima karena beberapa orang dari GMBI merupakan warga Bekasi. Dia pun mengenalnya. Damin sampai mendatangi Polres Metro Bekasi, mencerikan hal tersebut.

Kekesalannya menjadi ketika beredar sebuah video salah seorang pria mengaku dari GMBI memperlihatkan 'kesaktiannya'. Sambil duduk bersila, pria berkacamata itu terlihat memakan paku.

"Neh orang GMBI neh, sembarangan loh," kata pria dalam video yang diunggah akun Gerilya Politik 'Heboh Video GMBI Makan Paku'.

Pria yang pernah mendekam di penjara itu menantang pimpinan GMBI Bekasi, berduel. Dia tak ingin ada lagi keributan besar dengan mengerahkan massa. Yang Damin mau berkelahi sampai ada yang kalah.

"Tawarkan satu lawan satu ketua GMBI, lawan ditonton polisi. Nanti polisi biar jadi jurinya," kata Damin dalam video yang diunggah akun putra denver 'VIDEO AMATIR Pernyataan Bang Damin Sada Jawara Bekasi Tantang Ketua GMBI'.

Damin mengatakan, bahwa motif menantang itu karena ia merasa terpanggil setelah terjadi keributan, apalagi ada ulama yang menjadi korban. Dia mengaku kecewa dengan GMBI karena persoalan hukum yang menjerat Syihab tengah ditangani oleh kepolisian.

Pada Jumat (20/1) lalu, Damin menantang duel satu lawan satu ketua GMBI Bekasi di alun-alun Bekasi. Ia meminta agar duel tersebut tak dibawa ke ranah hukum, sedangkan yang mati langsung dikubur.

Benar saja reaksi Damin langsung direspons oleh pria yang sempat unjuk kebolehan memakan paku. Diketahui pria itu bernama Ujay. Dia sowan ke kediaman Damin sambil menangis dan meminta maaf.

"Ya, gue maafin. Kita kan sama-sama masih keluarga, yang penting bagaimana ke depan jangan sampai salah langkah kita," ungkap Damin. Usai diberi nasihat, Ujay langsung pingsan.

Menurut Damin, Ujay tidak tahu apa-apa. Dia hanya dimanfaatkan oleh sekelompok orang. "Dia tidak tahu yang ditantangin itu siapa, padahal saya," kata Damin yang pernah membakar patung lele di simpang Bulan-Bulan pada 2002 lalu.

Merdeka