Heboh Aksi Arogannya Mengamuk di Bandara, Anggota DPRD ini Salahkan Durian yang Dia Klaim bikin Tensinya Naik

Heboh Aksi Arogannya Mengamuk di Bandara, Anggota DPRD ini Salahkan Durian yang Dia Klaim bikin Tensinya Naik
Foto : Fokusinfo.com

Anggota DPRD Provinsi Jambi, A Salam HD, mengamuk di Bandara Sultan Thaha Jambi. Wakil rakyat dari Partai Hanura ini tidak terima ditegur petugas bandara karena parkir mobil sembarangan.
Peristiwa tersebut terjadi Sabtu malam, 7 Januari 2017, sekitar pukul 20.00 WIB. Kejadian itu menjadi tontonan publik dan direkam melalui kamera ponsel. Bahkan, video itu terus menyebar media sosial.

Operation Sevices Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Indra, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menuturkan bahwa peristiwa bermula saat petugas menegur Salam karena memarkir kendaraannya secara sembarangan.

Petugas lantas meminta Salam segera memindahkan kendaraannya. Namun bukannya melaksanakan, yang bersangkutan malah emosi dan menghampiri petugas dan mengeluarkan kata-kata kasar.
"Namun setelah menyadari perbuatannya, yang bersangkutan akhirnya minta maaf dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi kesalahannya," ujar Indra.

Indra mengatakan pihak bandara telah melaporkan permasalahan ini kepada Ketua DPRD Provinsi Jambi. Meskipun sejauh ini belum secara resmi.

"Secara lisan kami sudah menghubungi ketua dewan. Dan beliau (ketua dewan) sudah menyampaikan permintaan maaf, dan akan mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan ini," katanya.
Melalui akun Facebooknya, Salam juga menyampaikan permohonan maafnya. Ia menyampaikan alasannya mengamuk di Bandara Sultan Thaha tersebut.

Berikut isi permohonan maafnya:
"Saya atas nama pribadi, A Salam HD, dan atas nama anggota DPRD, mohon maaf kepada seluruh masarakat Jambi dan seluruh Rakyat Indonesia atas kejadian semalam di Bandara Sutan Taha Jambi. Karena saya habis makan buah durian, tensi naik. Saya dalam keadaan sakit, keadaan pesawat belum mendarat, bandara masih keadaan sepi. Saya minta waktu 2 menit untuk dijemput teman saya," tulisnya.

Viva