Kala Jawara Bekasi Bubarkan Acara Berbau Klenik & Animisme Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi dengan Bupati Bekasi

Kala Jawara Bekasi Bubarkan Acara Berbau Klenik & Animisme Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi dengan Bupati Bekasi

Sepak terjang Jawara Bekasi Raya, Damin Sada sudah tak asing lagi bagi masyarakat Bekasi. Ia dikenal cukup intens membela agama dan ulama selama beberapa tahun terakhir.

Pada bulan September 2016 lalu, Damin Sada membubarkan acara roadshow Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi dengan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin di alun-alun Sukatani.

Damin Sada tiba-tiba naik ke atas panggung dan membubarkan acara yang mengusung kesenian-kesenian tradisional sunda dengan tajuk Dangiang Ki Sunda.

Beruntung aksi Damin Sada berhasil diredam aparat kepolisian yang dipimpin Kapolsek Sukatani, AKP Sumarjan. Polisi berusaha menenangkan Damin Sada, sehingga acara kembali dilanjutkan.

Damin Sada mengaku kesal lantaran Safari Budaya yang ditampilkan dalam acara itu lebih mengarah kepada Budaya Sunda. Padahal masyarakat Sukatani mayoritas keturunan Banten dan Betawi.

Selain itu, pria berbadan tegap itu juga mengaku tak terima lantaran Dedi Mulyadi membawa-bawa simbol animinisme yang bertentangan dengan nilai-nilai islami.

“Dedi membawa simbol animisme dan mistis. Padahal Bekasi kan kental Islam, cinta ulama,” ujar Damin Sada kepada GoBekasi.

Aksi Damin Sada yang tak kalah heboh, yakni ketika  membongkar Monumen Patung Lele di Jalan Ir Juanda, Bulan-bulan Kota Bekasi pada April 2002 silam.

Menurut Damin, ikan lele adalah simbol keserakahan. Karena itu, Ia tak rela Bekasi dijadikan sebagai simbol ikan lele. Aksinya itu membuat Damin sempat mendekam di balik jeruji besi selama 2 tahun.

Damin Sada adalah anak kedua dari 6 bersaudara. Ia lahir dari keluarga yang terkenal Jawara (Jagoan, red). Damin merupakan putra dari pasangan suami istri Jawara Bekasi, Babe Sada-Enyak Sini.

Damin pernah menjabat Kepala Desa Sriamur Tambun Utara era 1990-2006. Ia sering kali membela urusan agama, pemuda, kesenian, budaya dan lingkungan.

Nama Damin Sada mendadak jadi perbincangan heboh karena berani menantang Ketua GMBI untuk duel maut di alun-alun Kota Bekasi.

“Jangan jadi provokator, kalau perlu Ketua GMBI adu sama saya, satu lawan satu. Mati, kubur. Jangan dituntut. Kita jangan melibatkan orang banyak, jadi provokator,” tegas Damin Sada.

[Pojoksatu.id]