Ketahuilah Bahwa Daging Ulama Itu Beracun, Siapa Saja Yang Menghinakannya Allah Akan Bongkar Borok-boroknya



Al-Hafidz Abul Qasim Ibnu ‘Asakir Rahimahullah -ulama besar abad 6 Hijriyah- menyatakan,
أن لحوم العلماء مسمومة
“Bahwasanya daging para ulama itu beracun.” (Tabyin Kadzbil Muftari: 29)

Beliau menyebutkan kebiasaan yang sering terjadi dan sudah maklum bahwa orang-orang yang merendahkan (menghinakan) ulama maka Allah akan bongkar boroknya. Dan sesungguhnya siapa yang gemar menfitnah ulama dengan lisannya maka Allah menghukumnya sebelum kematiannya dengan kematian hati.

Kemudian pengarang kitab tarikh “Tarikh Dimzyaq” itu menyitir firman Allah Subahanahu wa Ta'ala,
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. Al-Nuur: 63)
Sesungguhnya memusuhi ulama’ (diantaranya dengan fitnah dan kriminalisasi) itu berbeda dengan memusuhi selain mereka. Perbuatan tersebut secara tidak langsung memusuhi ilmu yang ada dalam dada mereka yang wajib diketahui umat. Jika ulama difitnah dan dikriminasisasi berakibat rusaknya reputasi mereka sehingga -dikhawatirkan- umat menolak ilmu yang mereka sampaikan. Ini tindakan yang membahayakan dien Islam.

Oleh sebab itu, bertakwa dan takutlah kepada Allah wahai orang-orang yang membenci, memusuhi, menyakiti, menfitnah, dan mengkriminalisasi ulama. Karena yang akan bangkit memusuhi kalian adalah Allah; pencipta dan penguasa alam semesta. Wallahu A’lam.

Rizqi Awal