Muslimah Guru SMAIT di Lampung ini Hilang Misterius Usai Mengaku Ikut Pelatihan

Muslimah Guru SMAIT di Lampung ini Hilang Misterius Usai Mengaku Ikut Pelatihan

Sudah delapan hari, Zainuri (54 tahun) resah menanti kabar anaknya, Annisa Aryani. Sejak pamit dari rumah, putri pertamanya yang berusia 25 tahun tersebut pada Kamis(5/1), tidak ada kabar dan kontak sama sekali ke rumah tempat tinggalnya.

“Telepon, BBM, facebook, WA-nya, sudah tidak aktif dan diblokir. Janjinya, malam mau telepon ke rumah. Tapi, sampai delapan hari hilang kontak,” kata Zainuri, bapak Annisa Aryani kepada Republika, Jumat (13/1).

Zainuri, warga Desa Totoharjo, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur tersebut telah melaporkan kasus hilang anak pertamanya ke Polsek Purbolinggo Rabu (11/1). Rumah Zainuri, selalu didatangi tetangga dan teman guru sekolah Annisa, sejak ia meninggalkan rumah.

Sehari-hari, Annisa Aryani, salah seorang guru Bahasa Inggris di SMA Islam Terpadu di Kecamatan Wayjepara, Lampung Timur. Ia baru aktif mengajar setelah tamat dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Metro, sekitar satu setengah tahun.

Guru berjilbab ini rajin mengikuti perkembangan informasi dan bermain media sosial di dunia maya. Kerap, Annisa berdiskusi dengan teman seprofesinya terkait dunia tulis menulis. Bahkan, tutur bapaknya, ia selaku berkomunikasi dengan salah seorang penulis di sebuah jaringan online ternama di Jakarta.

“Belakangan, Annisa selalu diskusi di dunia maya dengan penulis di situs Kompasiana, ketika membuat karya tulis,” ujar Zainuri, yang sehari-hari sebagai nelayan tambak udang di Dipasena, Kabupaten Tulangbawang.

Zainuri dan istrinya, Suryani, tidak menaruh curiga saat Annisa pamit untuk mengikuti pelatihan yang diadakan di Kota Bandar Lampung pada Kamis (5/1). Anak keduanya, mengantar Annisa naik motor menuju terminal bus di Kota Metro.

“Dia (Annisa) mengatakan tidak usah bawa motor atau diantar ke tempat. Dia naik bus saja, katanya,” ujar Zainuri. Biasanya, Annisa mengajar membawa motor dan bermukim di asrama sekolah.

Zainuri dan Suryani semakin resah tatkala tidak ada kabar dari Annisa yang berniat ikut pelatihan di Bandar Lampung. Janji untuk menelepon malam hari ketika tiba di tempat, juga tidak kunjung datang.

Dari cerita teman sejawatnya di SMA IT Wayjepara, menurut dia, Annisa pernah menyampaikan pesan lewat BBM untuk mundur sebagai guru di sekolahnya. Sejak pesan tersebut meluncur, kontak BBM, telepon, dan media sosial miliknya telah diblokir.

Pihak keluarga di Kota Bandar Lampung dan Jakarta telah dihubungi, namun tidak ada kabar soal keberadaan Annisa. Terkait dengan kelompok organisasi tertentu, pihak keluarga juga belum bisa mengetahui. “Keluarga di Bandar Lampung dan Jakarta juga tidak tahu soal Annisa. Kabar dari polisi pun belum juga ada,” ujarnya.

Republika