MUI Pusat Pertanyakan Soal Banser Kejadian di Bangil dan Pengusiran Ustadz Khalid Basalamah


Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mempertanyakan kejadian di Bangil di mana sekelompok anggota oknum Banser menurunkan baliho tentang bela Islam & ulama dan kejadian pengusiran Ustadz Khalid Basalamah di Sidorjo.


“Tindakan oknum Ansor Banser di Bangil apa dasarnya? kalau bilang menghormati KH Ma’ruf amin justru beliau senang dengan baliho itu. Di Jakarta terpasang di segala penjuru kenapa di Bangil tak boleh?” kata pengurus MUI Pusat, Anton Tabah Digdoyo dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (5/3).

Kata Anton, pengusiran Ustadz Khalid Basalamah dengan tudingan menyimpang justru sangat tidak berdasar.

“Penyimpangan ajaran Islam itu otoritas MUI dan MUI tegas. Berdasarkan keterangan dari Wakil Ketua komisi kajian MUI Pusat prof Utang Ranuwijaya ke saya yang selalu saya pegang dan pedomani bahwa Ustadz kholid basalamah di catatan MUI adalah ustadz aswaja baik dan mengajarkan jihad dituduh menyimpang itu bagaimana?” tanya Anton.

Menurut mantan petinggi Polri ini, jika kejadian di Bangil dan pengusiran Ustadz Khalid Basalamah justru membuat senang kaum kafir, munafik. “Muslim Indonesia akan selalu kalah hanya banyak jumlah tetapi seperti buih tak berdaya,” ungkapnya.

Anton meminta kejadian di Sidoarjo dan pengusiran Ustadz Khalid Basalamah bisa belajar dari sejarah di mana selalu ada yang berpihak kepada musuh Islam.

“Ada satu kelompok yg terima PKI ketika awal tahun 60-an semua tokoh Islam tolak Nasakom ada satu kelompok terima Nasakom,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini ketika semua umat Islam menolak penghina Islam dan penista Al Quran dan ada kelompok Islam yang menerima dan serta mesra dengan penista Al Quran.

“Bahkan ketika kini gencar umat Islam sedang gencar melawan musuh-musuh Islam kini ada oknum Ansor Bannser malah bubarkan pengajian,” pungkas Anton.

Suaranasional.com