Ketahuilah, Sesungguhnya Mereka Para Pembuat Makar Itu Juga Kelelahan, Maka Janganlah Kamu Merasa Lemah

*Ketahuilah Mereka Juga Kelelahan*
(Oleh: Ustadz Yuana Ryan Tresna)
.
Apakah kita menyangka pembuat makar itu senang dan bersuka cita? Sekali-kali tidak! Mereka juga kepayahan dalam membuat makar itu. Allah mengabarkan kepada kita,

وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana." (QS. An-Nisa: 104).
.
Ayat ini turun ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus beberapa orang untuk mengejar Abu Sufyan dan kawan-kawannya saat mereka pulang dari perang Uhud, lalu mereka mengeluhkan luka-luka mereka.
.
Jika kita lelah, mereka juga lelah. Jika kita kurang tidur, mereka juga kurang tidur. Jika kita sakit, mereka juga sakit. Lantas apa bedanya? Bedanya kita berharap sesuatu sedangkan mereka tidak berharap itu. Apa itu? Adalah kemenangan dan pahala. Mungkinkah mereka yang berusaha memadamkan cahaya agama Allah berharap pahala? Mungkinkah mereka yang melecehkan khilafah (yang merupakan ajaran Islam) dan menghadang pejuangnya berharap ridha dari Allah? Akal sehat kita akan mengatakan tidak mungkin.